Jakarta – Xiaomi Redmi Note 3 adalah salah satu smartphone populer yang dirilis pada tahun 2016. Perangkat ini dikenal dengan spesifikasi mumpuni pada masanya dan memiliki komunitas pengguna yang cukup luas. Bagi pengguna yang ingin mengotak-atik perangkat mereka lebih jauh, salah satu langkah awal yang perlu dilakukan adalah memeriksa status bootloader.
Bootloader adalah komponen perangkat lunak yang bertanggung jawab untuk memuat sistem operasi dan aplikasi pada perangkat Android. Dalam keadaan default, bootloader biasanya terkunci untuk mencegah modifikasi sistem yang tidak sah. Namun, pengguna dapat membuka kunci bootloader untuk mendapatkan akses root dan menginstal firmware atau mod kustom.
Berikut adalah langkah-langkah mudah untuk memeriksa status bootloader Redmi Note 3:
Metode 1: Melalui Menu Pengaturan
- Buka aplikasi Pengaturan pada Redmi Note 3.
- Gulir ke bawah dan pilih Tentang Ponsel.
- Ketuk Status.
- Cari informasi Status Bootloader.
Metode 2: Menggunakan Perintah Fastboot
- Unduh dan instal Android SDK Platform Tools pada komputer.
- Hubungkan Redmi Note 3 ke komputer menggunakan kabel USB.
- Tekan dan tahan tombol Volume Turun dan Daya secara bersamaan untuk masuk ke mode Fastboot.
- Buka command prompt atau terminal pada komputer.
- Arahkan ke direktori tempat file ADB dan Fastboot berada.
- Ketik perintah berikut:
fastboot oem device-info
Hasil:
Jika perintah berhasil dijalankan, Anda akan melihat informasi perangkat, termasuk status bootloader. Jika status bootloader tertulis locked, berarti bootloader masih terkunci. Jika tertulis unlocked, berarti bootloader sudah terbuka.
Catatan:
- Membuka kunci bootloader akan mereset perangkat ke pengaturan pabrik.
- Membuka kunci bootloader dapat membatalkan garansi perangkat.
- Pastikan untuk membuat cadangan data penting sebelum membuka kunci bootloader.
Manfaat Membuka Bootloader
Membuka kunci bootloader menawarkan beberapa manfaat, antara lain:
- Memungkinkan instalasi ROM kustom
- Memungkinkan rooting perangkat
- Meningkatkan performa dan fungsionalitas perangkat
- Menyesuaikan perangkat sesuai preferensi pribadi
Namun, penting untuk diingat bahwa membuka kunci bootloader juga memiliki risiko, seperti:
- Perangkat menjadi lebih rentan terhadap malware
- Masalah kompatibilitas dengan aplikasi atau fitur tertentu
- Kesulitan dalam memperbarui firmware resmi
Oleh karena itu, sebelum membuka kunci bootloader, pertimbangkan dengan matang manfaat dan risikonya. Pastikan Anda memiliki alasan yang cukup untuk melakukannya dan memahami potensi konsekuensinya.